Menariknya, Muhammad Junaidi menceritakan momen spiritual saat dirinya menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Kajari Paluta. Ia mengaku mendapatkan kabar tersebut saat sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah pada Mei lalu.
“Kami berangkat haji tanggal 12 Mei. Sama sekali tidak terpikir untuk pindah tugas secepat ini, perkiraan saya mungkin masih dua atau tiga tahun lagi di sana. Namun, saat berada di Mekkah, tepatnya setelah menyelesaikan rangkaian Arba’in dan bersiap menuju Jedah, pada tanggal 20 Mei kami menerima pesan WhatsApp yang mengabarkan SK ini. Bagi kami, penugasan di Paluta ini adalah sebuah berkah dan karomah yang luar biasa,” ujar kejari.
Baca Juga:
Bupati Paluta Resmi Tutup MTQ ke XlV Tahun 2026 Tingkat Kabupaten di Kecamatan Simangambat.
Lebih lanjut, pria yang kini resmi menakhodai Kejari Paluta ini menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan persaudaraan. Bagi Muhammad Junaidi, silaturahmi adalah fondasi utama dalam bekerja dan berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat karena silaturahmi dapat memperpanjang umur, membawa berkah, serta membuka pintu rezeki.
Di akhir orientasinya, Muhammad Junaidi secara terbuka meminta dukungan, kerja sama, dan doa restu dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Paluta mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat/masyarakat, rekan-rekan media, hingga organisasi kepemudaan, agar ia dapat bersinergi demi kemajuan daerah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan informal, foto bersama, dan ucapan selamat dari seluruh unsur Forkopimda dan pimpinan OPD yang hadir, menandai awal sinergi baru demi kemajuan penegakan hukum dan pembangunan di Kabupaten Paluta.
Baca Juga:
Bupati Paluta Resmi Buka MTQ ke XIV Tahun 2026 di Kecamatan Simagambat.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]